RFID Reader

Era biometrik memang kini mulai jadi trend. Pilihannya kian beragam, mulai dari sidik jari, pola wajah, pola suara hingga lapisan iris dari mata. Pemakaiannya sudah meluas ke berbagai hal, khususnya wilayah-wilayah yang sangat sensitif terhadap faktor keamanan. Salah satu peranti yang dapat digunakan untuk tujuan tersebut yaitu RFID.


RFID adalah kependekan dari Radio Frequency Identification. Secara sederhana didefinisikan sebagai upaya mengidentifikasi objek menggunakan frekuensi radio. Peranti ini terdiri dari dua bagian. Peranti pertama adalah RFID reader yang berfungsi untuk membaca kode-kode dari RFID tag (label ) dan membandingkan dengan yang ada di memori reader. Sedangkan bagian kedua adalah RFID tag yang berfungsi menyimpan kode-kode sebagai pengganti identitas diri.


Bagian RFID tag membutuhkan suplai daya dalam pengo-prasiannya. Satu-satunya yang memungkinkan adalah dari RFID reader. Ukuran RFID tag yang digunakan umumnya sebesar bulir padi. Salah satu produk RFID tag yang ada saat ini memiliki dimensi panjang 11 mm dan diameter 1 mm.


RFID tag terdiri dari tiga bagian. Pertama, lapisan pelindung dari benturan maupun proses-proses yang berlangsung di dalam tubuh. Kedua, berupa lilitan antena dan sebuah kapasitor membentuk rangkaian yang beresonansi pada frekuensi tertentu. Antena ini akan menangkap induksi medan elektromagnet dari RFID reader dan mengubahnya menjadi arus sebagai sumber tenaga bagi chip. Ketiga, ID chip yang akan memodulasi arus yang merepresentasikan bit-bit sinyal. Bit-bit sinyal ini berisi kode yang tersimpan di dalam ID chip. Panjang bit sinyal berbeda-beda untuk setiap produsen RFID tag.


RFID reader, yang bisa ditempatkan sebagai pengganti kunci di pintu rumah atau kendaraan, mengeluarkan gelombang radio dan menginduksi RFID tag. Gelombang induksi tersebut berisi password (kata kunci ) dan jika dikenali oleh RFID tag, memori RFID tag (ID chip) akan terbuka. Kemudian RFID tag akan mengirimkan kode yang terdapat di memori ID chip melalui antena yang terpasang di tag. RFID reader akan membandingkan kode yang diterima dengan kode kunci yang tersimpan di RFID reader. Jika sesuai, RFID reader akan membuka kunci pintu. Untuk menghindari usaha penggandaan dan pencurian kode kunci, RFID reader akan membuat kode kunci yang baru. Kode baru ini akan disimpan ke memori RFID reader dan dikirimkan ke RFID tag yang akan disimpan di memori ID chip.

Komentar bertahan »

WINDOWS® DARI MASA KE MASA

Jika saat ini dilakukan survey terhadap para pengguna komputer tentang sistem operasi apa yang biasa mereka pakai, maka bisa ditebak bahwa mayoritas akan menjawab Windows®. Sistem operasi tersebut diproduksi oleh Microsoft, sebuah perusahaan software yang menguasai 90% pasar dan menjadi terbesar di dunia. Microsoft Windows® begitu diminati konsumen sebab mudah dioperasikan, mampu menjalankan beragam aplikasi dengan baik, serta memiliki tampilan grafik yang nyaman dilihat. Tentu saja berbagai keunggulan tersebut tidak langsung muncul sekaligus namun membutuhkan proses. Karya tulis ini akan mencoba memaparkan tentang evolusi Windows dari masa ke masa.

Sistem operasi Windows berevolusi dari MS-DOS, sebuah sistem operasi yang berbasis modus teks dan command-line. Dimulai dari DosShell for DOS 6, Microsoft menciptakan Windows 1.0 pada 10 November 1983. Versi 1.0 masih merupakan perangkat lunak 16-bit tambahan yang berjalan di atas MS-DOS. Kemudian muncul Windows versi 2, versi pertama yang bisa diinstal program tambahan yaitu Microsoft Word dan Microsoft Excel versi 1.

Microsoft Windows mencapai kesuksesan yang sangat signifikan saat menginjak versi 3.0 yang dirilis pada tahun 1990. Versi 3.0 menjanjikan aplikasi tambahan yang lebih banyak, kelengkapan penggunaan, kecantikan user interface atau antarmuka dan mudahnya konfigurasi. Selain itu, Windows ini mampu mengizinkan pengguna untuk menjalankan beberapa aplikasi MS-DOS secara serentak (multitasking), karena pada versi ini telah diperkenalkan memori virtual. Pengembangan selanjutnya yaitu versi 3.1, adalah versi Windows yang bisa mengoptimalisasi penggunaannya pada prosesor 32-bit Intel seri 80386 ke atas. Windows versi 3.11 adalah versi Windows terakhir sebelum era Start Menu, sekaligus versi Windows pertama yang mendukung networking.

Pada bulan Agustus 1995, Windows 95 yang berorientasi pada penguna, dirilis ke pasaran. Produk ini didesain agar memiliki dukungan terhadap multitasking secara pre-emptive 32-bit. Meskipun demikian, Microsoft tidak mengganti semua kode Windows menjadi 32-bit, demi alasan kompatibilitas ke belakang, kinerja sistem, dan waktu pengembangan. Selama masa penjualan, Microsoft merilis Windows 95 dalam lima versi berbeda, yakni: Windows 95, Windows 95A (OSR1), Windows 95B (OSR2) atau Windows 97, Windows 95B USB (OSR2.1), dan Windows 95C (OSR2.5). Kemudian Microsoft merilis lagi sebuah sistem operasi Windows pada 25 Juni 1998, yang dikenal sebagai Windows 98. Ini dianggap sebagai revisi minor terhadap Windows 95, namun secara umum terlihat jauh lebih stabil dan dapat diandalkan dibandingkan dengan pendahulunya. Paketnya mencakup banyak driver perangkat keras baru dan dukungan sistem berkas FAT32 yang lebih baik serta dukungan USB di dalamnya pun jauh lebih baik. Microsoft juga merilis Windows 98 Second Edition, sebuah produk yang menawarkan banyak peningkatan dibandingkan versi sebelumnya. Hal tersebut membuat versi 9x ini disebut sebagai yang terbaik di antara semua versi Windows 9x lainnya.

Bulan September 2000 dijadikan momen bagi perusahaan Microsoft untuk memperkenalkan Windows Millennium Edition (disebut dengan Windows Me). Versi ini memperbarui Windows 98 dengan dukungan multimedia dan Internet yang lebih baik. Versi ini memasukkan fitur System Restore dan Windows Movie Maker versi pertama. Meskipun demikian, Windows Me dikritik konsumen karena munculnya masalah kestabilan sistem serta dukungan terhadap MS-DOS yang berjalan di dalam modus real.

Sukses merilis beberapa versi Windows tidak membuat Microsoft puas, perusahaan itu justru semakin meningkatkan kualitas produknya dengan Windows XP. Sistem operasi ini menggunakan kernel Windows NT 5.1 yang terkenal dengan kestabilannya, untuk menggantikan produk Windows 9x yang berbasis 16/32-bit. Hingga saat ini, Windows XP masih paling banyak digunakan karena relatif mudah dioperasikan oleh berbagai kalangan, selain itu sistem operasi ini masih layak dijalankan pada komputer berprosesor lawas atau murah seperti intel Pentium III, Pentium IV generasi awal, atau intel Celeron.

Generasi sistem operasi berikutnya yaitu Windows Vista yang memiliki keunggulan di sektor grafis antarmuka. Tampilan Vista jauh lebih cantik dan sistemnya lebih aman, namun memerlukan prosesor berkemampuan tinggi agar nyaman digunakan. Keluaran Microsoft paling mutakhir yaitu Windows 7, yang merupakan penyempurnaan dari Windows Vista. Kita berharap produk tersebut dapat benar-benar bermanfaat bagi kehidupan umat manusia dan alam raya.

Komentar (4) »

Sekilas Karbohidrat

Karbohidrat merupakan senyawa organik yang terbentuk dari molekul karbon, hidrogen, dan oksigen dengan rasio H:O – 2:1. Semua karbohidrat berasal dari tanaman yang diproduksi melalui proses fotosintesis. Melalui fotosintesis, klorofil tanaman dengan bantuan sinar matahari membentuk karbohidrat (C6H12O6) dan karbondioksida (CO2) yang berasal dari udara dan air. Karbohidrat yang dihasilkan adalah karbohidrat sederhana glukosa, selain itu dihasilkan pula oksigen yang dilepas ke udara.

Karbohidrat dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu karbohidrat seder-hana dan karbohidrat kompleks. Contoh dari karbohidrat sederhana adalah mono-sakarida seperti glukosa, fruktosa dan galaktosa; atau juga disakarida seperti sukrosa dan laktosa. Jenis-jenis karbohidrat sederhana ini dapat ditemui terkandung di dalam produk pangan seperti madu, buah-buahan, dan susu. Sedangkan contoh dari karbohidrat kompleks adalah pati (starch), glikogen (simpanan energi di dalam tubuh), dan selulosa; atau dalam konsumsi sehari-hari karbohidrat kompleks dapat ditemui terkandung di dalam produk pangan seperti, nasi, kentang, jagung, singkong, ubi, pasta, roti dan sebagainya (Irawan 2007). Selanjutnya, polisakarida terbagi menjadi polisakarida tercerna (pati, dekstrin) dan polisakarida tidak tercerna (selulosa, hemi-selulosa, lignin, pektin).

Karbohidrat memberi rasa manis pada makanan, khususnya mono dan disakarida. Gula tidak mempunyai rasa manis yang sama. Fruktosa adalah gula paling manis. Bila tingkat kemanisan sakarosa diberi nilai satu, maka tingkat kemanisan fruktosa adalah 1,7; glukosa 0,7; maltosa 0,4; dan laktosa 0,2.

Karbohidrat itu bersamaan sifat kimianya dan berhubungan dengan gugus -OH, gugus aldehida dan keton. Uji pada karbohidrat biasanya termasuk sifat mereduksi. Monosakarida dan beberapa disakarida dapat mereduksi terutama dalam suasana basa. Sifat ini karena adanya gugus aldehida atau benda keton dalam karbohidrat. Sifat mereduksi terlihat pada reaksi reduksi ion logam seperti ion Cu2+ dan ion Ag+ pada pereaksi tertentu yaitu pereaksi Fehling, pereaksi Benedict, pereaksi Barfoed, dll. Dalam larutan asam encer, walaupun dipanaskan, monosakarida umumnya stabil, namun pada asam kuat yang pekat, monosakarida menghasilkan furfural atau derivatnya. Reaksi pembentukan furfural ini adalah reaksi dehidrasi atau pelepasan molukel air dari suatu senyawa. Pentosa hampir secara kuantitatif semuanya terdehidrasi menjadi furfural. Heksosa menghasilkan hidroksimetilfurfural. Karena furfural dan derivatnya ini membentuk senyawa berwarna, maka reaksi ini bisa dipakai untuk uji karbohidrat. Contohnya pada pereaksi Molisch.

Untuk menentukan adanya karbohidrat secara umum digunakan uji Molisch yang bertujuan untuk menentukan atau mengidentifikasi adanya karbohidrat (Monoskarida, Disakarida, dan Polisakarida) pada bahan yang uji. Reaksi ini berdasarkan pembentukan furfural atau derivat-derivat dari karbohidrat yang didehidrasi oleh Asam Sulfat pekat.

Dalam suasana Alkalis sakarida akan membentuk enidid yang mudah teroksidasi. Semua monosakarida dan disakarida kecuali Sukrosa dan trekalosa akan bereaksi positif bila dilakukan uji Benedict. Larutan-larutan tembaga yang alkalis bila direduksi oleh karbohidrat yang mempunyai gugus aldehid atau keton bebas akan membentuk Cupro Oksida (Cu2O) yang berwarna hijau, merah, orange, atau merah bata dan adanya endapan merah bata pada dasar tabung reaksi. Uji benedict bertujuan untuk menunjukkan adanya zat-zat yang mereduksi dalam suasana alkalis dan dapat membedakan sakarida (gula) yang dapat mereduksi dan sakarida yang tidak dapat mereduksi.

Untuk menentukan adanya gula yang mengandung gugus keton digunakan uji Selliwanof. Prinsip reaksi berdasarkan atas pembentukan 4-Hidroksi metil furfural yang akan membentuk suatu senyawa berwarna ungu dengan adanya resorsinor (1,3-dihidroksi metil benzen) reaksi ini spesifik untuk ketosa yang ditandai dengan hasil reaksi berubah warna menjadi merah yang disebabkan perubahan fruktosa oleh asam klorida panas menjadi asam levulirat dan hidroksi metil fulfural, selanjutmya kondensasi hidroksi metil fulfural dengan resersiral menghasilkan senyawa Hidroksimetil Furfural. Uji Selliwanof bertujuan untuk menunjukan adanya gugus laktosa (Fruktosa)

Pembentukan Osazon. Setiap karbohidrat yang memiliki gugus aldehida atau keton bebas akan membentuk osazon saat dipanaskan bersama fenilhidarzin berlebih. Osazon yang dihasilkan ini memiliki bentuk kristal dan titik lebur yang berbeda bagi setiap karbohidrat, makanya bisa dipakai juga untuk identifikasi karbohidrat dan membedakan monosakarida.

Komentar (2) »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Komentar (1) »